Friday, April 20, 2007

Menyemai Akhlaq Rasul


Tak ada akhlaq sebagai akhlaq nya Rasulullah. Beliau tidak gila harta, tidak rakus, tidak licik, tidak culas, tidak khianat dan tidak mencekik. Beliau juga hidup sederhana
Menyelami akhlak Rasul, ibarat kita menyelami samudra, terhampar luas seakan tak bertepi, indah mengagumkan dan menyimpan bulir-bulir mutiara yang amat berharga. Semakin kita mendalami, semakin kita dibuat terpesona oleh keanekaragaman ikan, plankton dan karangnya. Begitujuga akhlak Nabi, semakin kita mengkaji lebih dalam, semakin kita terbuai oleh kemuliaan yang senantiasa memancar dari sukmanya. Betapa hati terasa sejuk nikmat dan damai, jika beliau hadir di tengah kita. Pantas kiranya jika Allah SWT memuji dalam firman-Nya yang berbunyi, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam: 04)
Dalam kamus Al Muhith, akhlak menurut bahasa adalah tabiat, watak, harga diri dan agama. Ia merupakan gambaran batin seseorang, yang meliputi jiwa, sifat-sifat jiwa dan makna-makna khusus dari jiwa tersebut. Jika akhlak atau moral erat kaitannya dengan batin, maka pengejawentahan lahirnya adalah prilaku. Akhlak yang baik akan mencerminkan prilaku yang baik pula dan sebaliknya akhlak yang buruk akan mencerminkan prilaku yang buruk. Jadi, baik atau buruknya prilaku kehidupan manusia sangat tergantung pada hati yang ada di balik dadanya. Dan inilah yang menjadi modal utama bagi keutuhan sebuah bangsa. selanjutnya

Thursday, April 19, 2007

Keotentikan Al-Quran


Al-Quran Al-Karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang selalu dipelihara. Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).
Demikianlah Allah menjamin keotentikan Al-Quran, jaminan yang diberikan atas dasar Kemahakuasaan dan Kemahatahuan-Nya, serta berkat upaya-upaya yang dilakukan oleh makhluk-makhluk-Nya, terutama oleh manusia. Dengan jaminan ayat di atas, setiap Muslim percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya sebagai Al-Quran tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw., dan yang didengar serta dibaca oleh para sahabat Nabi saw. selanjutnya

Thursday, March 15, 2007

Assalamu Alaikum Wr.Wb

Ahlan Wa Sahlan
Di Situs Yayasan AN NUR